Dating Apps, Yay or Nay?

Hai Guys, masa-masa pandemi gini selama di rumah aja pernah gak sih merasa gabut? Merasa bosen? Merasa ‘kosong’ dan ingin ada seseorang yang bisa kasih perhatian dan mengisi hari-harimu?(Jiakkhh) apalagi melihat konten-konten kemesraan atau couple goals di medsos. Gak salah kok, karena manusia memang Tuhan ciptakan untuk berpasang-pasangan. Pernah gak sih terpikir untuk pakai dating apps? Bagaimana iman Kristen menyikapi ini? Yay or Nay? Cekidot~

Menurut Wikipedia, dating apps adalah sebuah layanan kencan online yang disajikan melalui aplikasi/website dalam ponsel, memanfaatkan kemampuan lokasi GPS, dan akses mudah ke galeri foto digital untuk meningkatkan sifat tradisional kencan online. Ya kalau buat angkatan papa-mama kita kira-kira di zaman mereka itu comblang/perjodohan.

Boleh Tidak Seorang Muda-Mudi Kristen Menggunakan Dating Apps?

Jika selama ini yang menjadi acuan boleh/tidak adalah Alkitab, maka di dalam Alkitab tidak dijelaskan apakah kita boleh pakai dating apps atau tidak – apalagi zaman itu belum ada. Terus gimana dong?

Maka pertanyaan yang seharusnya direnungkan bukan boleh/tidak, melainkan “untuk apa?”. Pertama-tama kita harus tahu dulu motivasi kita mau menggunakan dating apps untuk apa? Sekadar iseng cari-cari? Pengen mengisi kekosongan relung hati? atau apa? Menjalin relasi di dalam Kekristenan (Baca: Pacaran), berarti sebuah proses serius untuk saling mengenal sebelum memasuki pernikahan. Bukan gaya hidup bagi anak muda Kristen untuk menjadikan pacaran sebagai ajang ‘coba-coba’ atau bereksperimen.

Maka dari itu, sebelum meng-install berbagai dating apps ke dalam smartphone, kalian yang harus smart duluan. Terus bagaimana kalau memang berniat untuk menjalin relasi secara serius tapi saya seorang introvert yang kemungkinan besar sulit mendapatkan pasangan? “Dating apps mungkin bisa menjadi salah satu cara menyelamatkan saya dari kejombloan abadi ini?” Tuhan juga bisa pakai dating apps untuk mempertemukan kita dengan si doi, kok. Jodoh memang dari Tuhan, tapi kalau kita diam aja, gimana mau ketemu doi? Kalau begitu, mimin akan kasih beberapa tips di dalam menggunakan dating apps.

PERTAMA, wajib hukumnya untuk mencari doi yang sama-sama mengenal Tuhan ya Guys. Tidak menerima berbagai alasan seperti ‘kan nanti bisa aku bawa ke Jalan Kristus, bisa aku ajak ibadah‘. Tuhan jelas nyatakan dalam 2 Korintus 6:14, “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”

Kalau memang mau mengarah kepada pernikahan yang adalah sebuah perjalanan yang dijalani seumur hidup, maka teman perjalanan yang kita perlukan bukan saja yang bisa menolong, namun pasangan yang bisa mendukung untuk menggenapi tujuan Tuhan dalam kehidupan kita. Firman Tuhan mengajarkan, dalam masa pencarian pasangan hidup, kaum muda perlu menemukan pasangan yang “seiman” dan “sepadan”. Arti sepadan bukan hanya punya keyakinan yang sama, melainkan kalian dapat saling melengkapi satu dengan lainnya untuk mewujudkan rencana Tuhan dalam hidup.

KEDUA, pastikan doimu memiliki kedewasaan. Kedewasaan bukan hanya secara pikiran, tetapi juga secara rohani. Artinya, ia juga berusaha untuk serius di dalam menjalin hubungan dan mengarah kepada pernikahan kudus. Jangan sampai kamu berusaha serius, namun ia justru main-main dan endingnya adalah ghosting. Bagian kedua ini adalah bagian yang sulit, tapi bukan berarti mustahil. Gimana cara tahu doi serius atau nggak ya?

Untuk tahu seseorang berniat serius atau nggak, pastinya kalian harus tanyakan dulu tujuan dia ‘main dating apps ini apa. Ajak dia ketemu untuk ngopi/ngeteh bareng sambil saling mengenal lebih jauh. Kalian juga bisa bertukar kontak, saling membincangkan visi/tujuan ke depan. Apabila dirasa cocok, dan tentunya orang tua menyetujui hubungan kalian, kalian bisa merancangkan pernikahan. Penting untuk terlebih dahulu orang tua tahu bahwa kita sedang atau akan menjalin relasi dengan orang lain. Kalau dirasa sudah cocok dan akan melanjutkan ke tahap yang lebih serius, kalian bisa komitmen untuk menghapus apps di smartphone kalian, dan fokus terhadap relasi yang dijalani.

Last but not Least, yang KETIGA yaitu kesiapan hati kalian Guys. Kalau kalian merasa menjalin relasi ternyata tidak se-simple mendapat ucapan ‘jangan lupa makan, nanti sakit‘, tapi merupakan sebuah proses penting sebelum masuk pernikahan, maka lebih baik ditunda hingga Tuhan mempersiapkan hati kalian. Daripada berujung kepada putus-nyambung tiada habisnya yang juga akan mempengaruhi fokus studi ataupun karir kita, bukankah lebih baik kita single terlebih dahulu hingga nanti Tuhan tunjukkan waktu yang tepat untuk mulai menjalin relasi.

KESIMPULAN

Jadi, boleh nggak nih? Mimin meyakini bahwa dating apps juga bisa Tuhan pakai sebagai sarana untuk memberkati anak-anak-Nya di dalam menemukan pasangan hidup, tapi juga tidak menutup kemungkinan dating apps dipakai si jahat untuk membawa anak-anak Tuhan jatuh dalam dosa perzinahan. Maka, artikel kali ini berada di posisi netral. Sebagai anak-anak Tuhan kita seharusnya berhikmat sehingga dapat menggunakannya dengan bijaksana. Apabila dirasa dating apps justru membawa kepada kemungkinan pergaulan yang bebas, kesulitan untuk berkomitmen, bukankah lebih baik dihindari? Tuhan juga bisa menggunakan cara-cara ajaib lainnya untuk mempertemukan kamu dengan pasangan hidupmu. Jadi, pergunakanlah apa yang ada sebaik dan sebijak mungkin, sebab “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” (1 Korintus 10:23 TB). Jesus Loves You~

Tinggalkan Komentar